Karena marah, seorang suami (tanpa disadari) mengucapkan
perkataan yang sembrono: "Biar, paling-paling aku ketabrak!!" Perkataan ini diucapkan suami lantaran tekanan emosi dari isterinya. Dan tanpa ia sadari perkataannya itu pun
berdampak buruk pada dirinya sendiri. Beberapa hari berselang, apa yang ia ucapkan
menjadi kenyataan. Sang suami mengalami kecelakaan, kakinya patah, lantaran ditabrak sebuah sepeda motor. Akibatnya ia harus menjalani rawat inap di sebuah klinik patah tulang.
Ada beberapa kisah sejenis di atas telah diceritakan kepada saya (penulis). Bahkan ada seorang menceritakan mengalami kenaikan karir di kantor ia bekerja, karena beberapa waku sebelumnya, secara konsisten memperkatakan
kalimat-kalimat iman.
0 Comments